Kelezatan Nasi Tumpeng dan Makna Filosofis Dibaliknya

Jika pada saat ini ketika orang sedang berulang tahun ataupun merayakan suatu momen yang spesial, biasanya hal utama yang tidak pernah absen dari perayaan tersebut adalah kue. Kue sudah menjadi simbol dari perayaan suatu acara karena selain mudah diadapat, harganya juga cocok untuk setiap kalangan. Meskipun begitu, ada juga 1 makanan Indonesia yang juga sering ada untuk suatu acara yang bahagia lho yaitu Nasi Tumpeng.

Mungkin nama makanan Nasi Tumpeng sendiri sudah tidak asing bagi orang Indonesia karena ciri khas dan juga tersedianya beberapa lauk di dalam satu hidangan tersebut. Dengan bentuknya yang unik serta rasanya yang khas, Nasi Tumpeng juga memiliki beberapa filosofi menarik yang seru untuk diketahui  dan jarang diketahui lho. Kira-kira, apa arti dibalik makanan khas yang berwarna kuning ini ya? Yuk kita cari tahu!

 

Arti nama tumpeng

Suatu nama dari suatu hal tentu memiliki makna di dalamnya, tak terkecuali hidangan yang satu ini. Tumpeng sendiri ternyata adalah sebuah singkatan dalam bahasa Jawa yaitu ‘yen metu kudu mempeng. Jika diartikan dalam Bahasa Indonesia, arti tersebut dapat berarti ketika keluar harus sungguh-sungguh bersemangat.

Dengan arti tersebut, diharapkan dapat menjalani hidup dengan semangat, fokus, serta tidak mudah putus asa. Tak heran, Nasi Tumpeng selalu ada untuk perayaan yang penuh kegembiraan seperti ulang tahun ataupun syukuran.

 

Bentuk kerucut dari Nasi Tumpeng

Dengan bentuknya yang berbeda dari hidangan lainnya, Nasi Tumpeng memiliki bentuk kerucut yang menjulang ke atas. Bentuk dari kerucut ini sendiri mempunyai filosofi seperti adat Jawa pada dahulu kala. Pada dahulu kala, masyarakat di Jawa cukup kental dengan budaya Hindu. Kerucut ini dulu diidentikan dengan sebuah gunung Mahameru yang dipercaya sebagai tempa tinggal para dewa.

Selain itu, bentuk kerucut itu sendiri memiliki filosofi lainnya yang tidak jauh berbeda seperti budaya pada zaman dahulu. Banyak juga yang mengartikan bahwa bentuk kerucut pada Nasi Tumpeng mempunyai arti sebagai puncak dari rasa syukur kepada Tuhan.

 

Aneka lauk pauk yang tersaji

Bukan Nasi Tumpeng namanya jika tidak tersaji aneka ragam lauk pauk di dalam hidangannya. Ada berbagai macam lauk yang ada disini yang pastinya membuat Nasi Tumpeng itu sendiri lebih lezat seta mengenyangkan. Setidaknya, ada tujuh unsur yang menjadi filosofi dari banyaknya lauk pauk tersebut.

Unsur-unsur itu seperti diantaranya ada unsur di dalam tanah (umbi-umbian), unsur hewan darat (ayam atau sapi), unsur hewan laut (ikan), dan juga unsur di atas tanah (sayur mayur).

Selain lezat dan juga mengenyangkan, Nasi Tumpeng juga memiliki filosofi yang kental akan budaya yang ada di Indonesia. Jadi, apakah kamu semakin mencintai salah satu masakan Indonesia yang satu ini? Jangan lupa untuk tetap bersemangat seperti filosofi yang melakat pada hidangan Nusantara ini. Ayo lestarikan budaya Indonesia dengan mengenalnya lewat hidangannya yang lezat!

Christopher Setiadi

"Coffee. Motorcycle. Writing"Go follow @jochristiady

No Comments Yet

Comments are closed