Mainan Edukatif Harus Dibeli Sesuai Bakat Anak, Ini Tipsnya

Mainan edukatif adalah pilihan orang tua yang ingin memberikan mainan terbaik untuk si buah hati. Ada banyak jenis mainan edukatif yang mampu mengasah otak dan kemampuan motorik si kecil. Namun, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan saat membeli mainan edukatif, yaitu ketahui kepribadian anak.

Tips Memilih Mainan Edukatif

Mainan Edukatif

Mainan edukatif sejatinya mampu memberikan nilai lebih bagi anak untuk dapat semakin berkembang. Maka, jika kita memilih mainan sesuai kepribadian dan kesukaannya, maka kreatifitas yang ia miliki pun semakin terasah, berikut tipsnya:

1. Kenali Bakat Anak

Sebelum kamu memutuskan beli mainan yang seperti apa, kenali minat dan bakat si anak. Pertimbangkan juga apakah ia menyukainya atau tidak. Hal ini penting karena minat adalah motivasi dasar bagi seseorang dalam melakukan sesuatu. Berikut cara mengenali minat anak:

• Kenalkan pada si kecil berbagai hal atau aktivitas.
• Beri juga ia kesempatan untuk beraktivitas
• Kenali perilaku seru yang membuat anak sangat senang
• Tanyakan pendapat anak tentang kegiatan yang ia lakukan
• Diskusikan juga tentang hal mana yang ia sukai

Mainan Edukatif

2. Kenali Gaya Belajar Anak

Gaya belajar anak juga bisa jadi pertimbangan dalam membeli mainan edukatif. Tipe belajar anak terdiri dari tiga jenis, yakni tipe belajar visual, auditori dan kinsetetik (melalui gerak fisik). Hal ini penting, karena agar orang tua mampu bantu anak mengembangkan potensi yang ia miliki. Maka orang tua dapat mengetahui bagaimana cara terbaik untuk mengembangkan minat dan bakatnya. Lalu dukung ia dengan memberikannya mainan edukatif.

• Si Pembelajar Visual

Si kecil bisa lebih memahami informasi yang ia lihat daripada dengar, itu artinya ia adalah pembelajar visual. Tipe anak ini memiliki minat yang cukup tinggi terhadap warna, bentuk dan gambar. Mainan edukatif yang cocok untuk ia adalah mainan dengan warna dan gambar menarik. Salah satu contoh mainannya adalah crayon dan kertas. Si pembelajar visual juga lebih suka membaca daripada dibacakan. Maka belikanlah buku bergambar warna-warni. Warna dan gambar mampu membantu anak mempelajari suatu pengetahuan lewat mainan.

• Si Pembelajar Auditori

Jika anak lebih mudah memahami informasi yang ia dengar daripada lihta, maka ia adalah tipe pembelajar auditori. Pembelajar ini memiliki minat sangat tinggi terhadap cerita dan hal-hal lucu. Mainan edukatif yang cocok adalah yang melibatkan bunyi. Mainan tersebut seperti mainan yang mengeluarkan suara.

• Si Pembelajar Kinestetik

Jika si anak lebih mudah memahami informasi melalui gerak tubuh dan aktif bergerak, maka ia adalah pembelajar kinestetik. Ia akan lebih minat terhadap aktivitas fisik seperti olahraga. Mainan yang cocok tentu yang melibatkan gerak tubuhnya dan praktik langsung seperti balok atau lego.

Mainan Edukatif

3. Mainan Pengasah Imajinasi

Saat membeli mainan anak, maka sebaiknya pilih yang bermanfaat untuk ia. Jangan sampai ia pasif pada mainan sehingga tidak mempelajari sesuatu. Salah satu jenis mainan yang mampu mengasah kreativitas dan imajinasi adalah lego atau balok.

4. Sesuai dengan Usia Anak

Sebelum membeli mainan, sebaiknya pertimbangkan usia anak. Sesuaikanlah jenis mainan yang relevan dengan usia anak. Jangan paksakan ia untuk memahami permainan yang tidak sesuai dengan kapasitasnya. Maka fokuslah pada perkembangan anak secara fisik dan emosional agar mainan edukatif bisa bermanfaat.

Mainan Edukatif

5. Utamakan Kualitas

Jika kamu sudah mengetahui minat dan bakat anak, maka nanti akan lebih mudah menentukan jenis mainan yang sesuai untuk anak. Kualitas mainan tentu lebih penting dari kuantitas. Kualitas mainan dilihat dari manfaat dan bahan yang digunakan.

Anggi Arimurti

"shoot your lunch, eat your dinner" Follow my instagram: Enjigram

FOLLOW US ON