Psikologi Anak – Ganti Kata “Jangan” saat Melarang Anak dengan Kalimat Seperti Ini!

 

Psikologi Anak – Orang tua adalah panutan pertama bagi anak, maka sudah seharusnya sebagai orang tua menjaga sikap dan perkataan didepan anak. Hal yang paling sering dikatakan pada anak adalah kata “jangan”. Namun, tahukah kamu kalau kalimat larang tersebut dapat mempengaruhi psikologi anak kelak?

Untuk itu, hindari kata “jangan” dengan menggantinya dengan beberapa kalimat positif yang dapat mempengaruhi psikologi anak lebih baik. Menggunakan kata “jangan” justru dapat memberikan respon kebalikan yang menjadikan anak penasaran yang akhirnya dilakukan. Menurut para ahli, kata tersebut justru membuat anak ragu melangkah ke depan.

Psikologi Anak Lebih Stabil dengan Kata Ini

Psikologi Anak

Berikut contoh alternative kata “jangan” untuk anak:

1. Jangan Berebut -> Mainnya Gantian Ya
2. Jangan Berteriak -> Ibu dapat mendengarmu, sayang, kecilkan suaramu
3. Jangan Memukul Teman -> Sayangi Temanmu
4. Jangan Lari-larian dalam rumah -> kalau ingin berlari, kita main di luar saja
5. Jangan buang sampah sembarangan -> Sampahnya masukkan ke tempatnya, ya nak
6. Jangan Berkelahi -> Ayo main sama-sama
7. Jangan Melawan ibu -> Coba dengarkan perkataan ibu
8. Jangan Berantakin Mainan -> Usai main, kembalikan mainan ke tempatnya ya
9. Jangan rusak mainan -> Ayo gunakan mainannya dengan benar
10. Jangan malas -> Coba lebih rajin lagi
11. Jangan loncat-loncat di sofa -> sofa untuk duduk sayang. Meloncatnya di luar saja ya
12. Jangan melempat mainan -> Ayo main dengan benar nak
13. Jangan main jauh-jauh -> Main di dekat rumah saja ya
14. Jangan dekat-dekat api -> Menjauhlah dari api
15. Jangan coret-coret dinding -> Menggambar di kertas saja ya
16. Jangan cemberut -> Ayo Senyum
17. Jangan ngambek -> coba katakan dengan jelas apa yang adik mau
18. Jangan lambat -> Ayo bergegas, nanti terlambat
19. Jangan injak tanamannya -> lewat sini saja

Trik Mengganti Kata “Jangan”

Psikologi Anak

Nah, kalimat diatas hanya sebagian contoh dari penggunaan kata lain selain “jangan”. Anak-anak yang penuh dengan rasa penasaran biasanya suka bereksplorasi lebih. Sebagai orang tua, kamu dapat mendukung proses perkembangan itu dengan komunikasi yang mudah dimahami.

Jika orang tua suka mengatakan “jangan” atau “tidak”, maka anak akan dibatasi pilihanmu dan balita belum bisa mengangkap 2 pesan tersebut. Maka akhirnya, si kecil justru rewel dan memberontak.

psikolog anak

Namun, jika kamu menggunakan komunikasi sebab akibat, seperti “hati-hati yaa” maka si kecil akan simpan informasi tersebut pada bagian kognitif otaknya. Ia juga akan mencari cara lain yang tidak membahayakan dirinya sendiri.

Selain itu, kamu juga bisa masukan unsur simpati dalamberkomunikasi, contohnya, “jangan memukul meja!” diganti dengan “kalau mejanya dipukul, nanti mejanya sedih”. Cara ini akan membuat anak belajar simpati dengan lingkungan sekitarnya.

Cara lain adalah dengan memberikan pilihan. Psikologi anak akan lebih baik dengan diajak memilih, misalnya dengan memilih main di luar atau dalam rumah dengan konsekuensi tertentu. Dengan begitu, ia akan memiliki pilihan kegiatan yang disukai. Biarkan anak memilih maka ia akan belajar kemandirian.

Konsultasikan Masalah Anda

psikolog anak

Jika kamu memiliki masalah dalam hidup, seperti mendidik anak, masalah rumah tangga, masalah karir, dll coba konsultasikan kepada psikolog. Dengan konsultasi, kamu pun bisa belajar memahami situasi dan respon atas masalah yang dihadapi. Misalnya dalam hal ini mendidik anak agar psikologi anak tetap baik bukanlah hal mudah.

Selain itu, permasalahan rumah tangga suami istri juga bisa terselesaikan dengan bijak melalui konsultasi ke psikolog. Survey yang dilakuakn oleh American Association of Marriage & Family Therapist, sebanyak 97% pasangan yang telah mengikuti sesi konseling, lebih efektif untuk menghadapi masalah dalam rumah tangga.

HARMONIE: Professional Psikolog

psikolog anak

Kamu bisa ikuti konseling oleh professional psikolog dari Harmonie. Harmonie adalah rumah konseling dan terapi bagi individu (anak dan dewasa), pasangan, keluarga, maupun professional. Harmonie terdiri dari para psikolog professional dasn berpengalaman dibidangnya (Psikolog Klinis Anak, Psikolog Klinis Dewasa, Psikolog Pendidikan, dan Psikolog Industri dan Organisasi).

psikolog anak

psikolog anak

psikolog anak

Melayani konseling bagi individu/anak berkebutuhan khusus, konseling untuk persiapan pernikahan/pra-nikah, konseling bagi pasangan suami-isteri, konseling keluarga, konseling pendidikan (motivasi belajar, penjurusan), konseling untuk pengembangan diri /kepercayaan diri, mengatasi masalah kecemasan dan trauma, serta untuk membantu mengembangkan diri sebagai professional dan coaching karir.

psikolog anak

psikolog anak

psikolog anak

psikolog anak

psikolog anak

Paket : 1x Konseling di Harmonie Rp 350.000 (Harga Normal Rp 500.000)

Harga promo konseling ini diskon hingga 30% di Lakupon.

Anggi Arimurti

"shoot your lunch, eat your dinner" Follow my instagram: Enjigram

FOLLOW US ON