Telaga Warna, Telaga Pelangi di Dataran Dieng

Indonesia memiliki pesona alam yang indah. Selain itu, keanekaragaman hayatinya yang tersebar di seluruh daerah Indonesia membuat negara kita menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik serta layak untuk dikunjungi. Tidak kalah dengan pesona alam yang ada di dengara lainnya, Indonesia mempunyai salah satu wisata alam yang tidak boleh kamu lewatkan lho! Tempat itu ialah Telaga Warna.

Telaga di Dataran Tinggi Dieng

Telaga Warna sendiri adalah salah satu objek wisata yang berada di satu kawasan Dataran Tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah. Disebut sebagai Telaga Warna karena telaga ini mempunyai warna yang indah dan memiliki suatu keunikan tersendiri di tempat ini. Salah satu keunikan yang dimiliki oleh telaga ini adalah warnanya yang bisa berubah-rubah seperti pelangi.

Berubahnya warna pada air disini bukan karena hal mistis lho. Perubahan warna ini dikarenakan air telaga ini memiliki kandugan sulfur yang cukup tinggi. Karena tingkat sulfur yang tinggi, matahari memantulkan cahayanya ke air ini dan warnanya akan terlihat seperti pelangi.

Warnanya pun bisa bermacam-macam. Terkadang bisa terlihat berwarna hijau, kuning, biru, ungu, ataupun warna-warni seperti pelangi. Indah sekali bukan?

Telaga yang dikelilingi bukit-bukit

Dikenal sebagai wilayah dataran tinggi, tentunya telaga ini berada di kawasan pegunungan. Telaga ini berada berada di ketinggian 2.000 meter diatas permukaan laut. Karena berada di kawasan pegunungan, bukit-bukit sudah menjadi pemandangan yang dapat dengan mudah ditemui disini. Telaga Warna dikelilingi oleh hamparan bukit-bukit hijau yang asri dan juga dipenuh oleh pepohonan yang rimbun.

Dengan bukit ini, kamu bisa mendapatkan pemandangan yang lebih bagus dari telaga pelangi ini lho! Disarankan untuk menaikki bukit disini di waktu pagi ataupun siang hari, karena di sore hari tempat ini kabut akan menutupi pemandangan di daerah ini.

Akses yang mudah

Untuk menuju ke sini, aksesnya pun terbilang cukup mudah. Dibutuhkan sekitar tiga jam perjalanan dari Yogyakarta atau hanya 25 km dari Wonosobo. Untuk kendaraan pengunjung, parkiran tersedia di dekat situs utama.

Apabila menggunakan angkutan umum seperti bus, para pengunjung dapat mengambil bus dari Yogyakarta ke Magelang dan mengganti ke Wonosobo. Dari Wonosobo, mengambil minibus ke Desa Dieng. Situs di dataran tinggi dapat dicapai dengan berjalan kaki dari desa Dieng.

Terdapat beberapa gua disekelilingnya

Tak hanya terdapat telaga yang indah, Telaga Warna juga memiliki wisata lainnya yang cukup menarik untuk dikunjungi lho yaitu gua-gua disekitarnya. Gua seperti Gua Semar, Gua Sumur dan Gua Jaran yang bisa dikunjungi.

Konon katanya gua ini dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit dan membuat kulit jadi lebih cantik. Tertarik untuk membuktikannya secara langsung? Silahkan mengunjungi gua-gua tersebut yang memiliki kolam kecil didalamnya.

Tertarik untuk mengeksplorasi keindahan Telaga Warna yang memiliki keindahan seperti pelangi? Yuk langsung saja datang ke wisata yang berada di dataran tinggi Dieng ini! Jangan lupa unutuk membawa baju hangat ya agar bisa terlindungi dari udara dingin di kawasan ini. Sudah siap untuk mengeksplorasi keindahan alam disini?

Berwisata Dieng Kurang Lengkap Tanpa 8 Makanan khas Wonosobo Ini

Berlibur ke suatu daerah rasanya akan kurang lengkap kalau belum mencicipi makanan khasnya. Nah, jika kamu sedang ingin wisata Dieng, maka jangan lewatkan untuk mencicipi aneka makanan khasnya. Dieng punya sejuta pesona alam dan juga makanannya yang khas. Jika kamu datang ke Wonosobo, yuk coba kulinernya seperti berikut:

Wisata Dieng & Kulinernya

1. Mie Ongklok

Wisata Dieng

Mie khas Wonosobo ini adalah satu makanan yang paling khas dan wajib dicoba kalau kamu datang ke Dieng. Mie ongklok terdiri dari mie, kol, kucai dan berkuahkan kacang kental berkanji. Makin sedap karena mie ongklok disajikan dengan sate kambing dan tempe kemul. Keunikan mie ongklok ini adalah kuah kacangnya. Cukup jarang kita temui menyantap semangkuk mie berkuah kacang kental. Malam hari adalah waktu yang tepat untuk menikmati mie ongklok ini.

2. Tempe Kemul

Wisata Dieng

Jika melihat sekilas, tempe ini mirip seperti tempe mendoan, padahal tidak lho! Walaupun sama-sama digoreng dengan balutan tepung tapi bentuknya sedikit berbeda. Tempe kemul khas Wonosobo berukuran kecil dengan balutan tepung di pinggirannya yang lebar. Pada tepungnya dicampur dengan daun kucai. Menikmati tempe kemul bisa dengan cabai rawit mentah maka semakin nikmat.

3. Carica

Wisata Dieng

Carica adalah buah khas Wonosobo yang tumbuh di daratan tinggi sekitar 1500 – 3000 mdpl. Carica biasanya dijual sudah dalam bentuk manisan yang bisa langsung dimakan. Buah manis ini memilki tekstur mirip seperti buah pepaya. Carica juga bisa dibuat minuman dan pastinya menyegarkan.

4. Opak Singkong

Wisata Dieng\Bagi kamu yang ingin mencoba snack atau makanan ringan khas wonosobo, maka coba opak singkong. Opak terbuat dari singkong yang dikeringkan lalu digoreng hingga renyah. Rasa gurih opak ini bikin kamu pasti makan tak cukup satu.

5. Dendeng Gepuk

Wisata Dieng

Saat wisata Dieng, cobain juga dendeng gepuk yang terkenal ini. Makanan khas Wonosobo ini dibuat dengan rempah-rempah asli sehingga rasanya sangat kaya dan meresap. Makan dendeng ini dengan nasi hangat saja sudah sangat cukup memuaskan lidahmu apalagi ditambah dengan sambal bajak.

6. Kacang Dieng

Wisata Dieng

Cemilan khas Dieng ini bisa jadi pilihan kamu yang ingin mencarikan oleh-oleh khas Dieng. Kacang dieng ini juga biasa disebut kacang babi. Kacang berbentuk seperti kacang jepang. Rasa gurih kacang ini cocok untuk camilan selama perjalananmu di wisata Dieng.

7. Nasi Megono

Wisata Dieng

Nasi megono juga populer di Pekalongan. Saat sarapan, kamu bisa menikmati nasi megono ini. Nasi megono adalah nasi yang di campur denga noncom yang sudah dibumbui. Menikmati nasi megono dengan tempe kemul saja sudah cukup nikmat.

8. Geblek

Wisata Dieng

Geblek adalah gorengan khas Wonosobo. Geblek terbuat dari tepung pati yang dicampur dengan potongan daun kucai dan garam juga bawang putih. Geblek ini mirip dengan cireng khas Bandung.